Selamat Datang di Multi Bisnis

Monday, August 11, 2008

> 11/08/2008 13:13 wib - Daerah Aktual
Bumi Indonesia Dikuasai Korporasi Transnasional
Yogyakarta, CyberNews. Neokolonialisme telah lahir dan menemukan bentuknya ketika globalisasi mengganas-menyergap bumi selatan. Saat ini bumi dikuasai oleh korporasi transnasional. Korporasi transnasional yang didirikan tahun 1995 itu, hampir 100 anggotanya tergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan memonopoli 75 persen perdagangan dunia. Dalam setting globalisasi seperti itu, hutan menjadi salah satu sumberdaya strategis yang diperebutkan. Banyak negara-negara utara melindungi sumberdaya hutan alamnya, sementara kebutuhan akan kayunya dipenuhi dari selatan.
Demikian Kepala Subdit dan Pengembangan, Direktorat Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA, Departemen Kehutanan RI Ir Wiratno MSc pada diskusi policy corner bertema Illegal Logging dan Perambahan Hutan di Indonesia'', di gedung Masri Singarimbun UGM.
Menurut Wiratno, di tingkat regional Asia Tenggara demand akan produk kayu semakin meningkat. China, dicontohkan, pada tahun 2002 telah mengimpor kayu sebanyak 95 juta m3 (lebih banyak impor kayu daripada plywood, lebih banyak impor pulp daripada kertas). Padahal kebijakan di negaranya stop logging, sehinggasumber kayunya mengandalkan dari Rusia, Indonesia, Malaysia dan Canada.
''Tingkat impor kayu China meningkat 75 persen dibanding tahun 1997. Sepuluh tahun lalu ia menjadi importir ketujuh terbesar di dunia, kini telah meningkat menjadi importir kedua terbesar. Ini tentu saja berdampak pada meningkatnya illegal logging dan kerusakan hutan,'' paparnya.
Dikatakan, negara-negara Blok G8 terus memberikan perhatian akan pentingnya sustainable forest management, meski di sisi lain melanjutkan impor kayu ilegal. Menurut catatan EIA (2001) pada tahun 1998 kelompok G8 dan EU mengimpor 280 juta m3 produk kayu atau setara dengan 74 persen impor kayu dan produk kayu dunia.
Amerika Serikat di tahun 2002 mengimpor kayu lebih dari $ USD 450 juta. Apabila didasarkan tingkat illegal logging sebesar 70 persen di Indonesia saat itu, maka bisa dikatakan AS mengimpor kayu curian senilai $ USD 330 juta dari Indonesia.
''EU mengimpor kayu tropis sebesar 10 juta m3 pada tahun 1999, di mana hampir separuh berasal dari tiga negara pengekspor Indonesia, Brazil dan Cameroon. Dengan menganalisis tingkat illegal logging di tiga negara pengekspor tersebut dapat dinilai bahwa separuh kayu yang masuk ke EU berasal dari sumber-sumber ilegal, senilai $ USD 1,5 milyar per tahun,'' jelasnya.
Dalam diskusi yang diselenggarakan Magister Studi Kebijakan UGM itu, Wiratno lebih lanjut menjelaskan, ketika stok kayu di hutan-hutan produksi mulai menipis, illegal logging mengarah pada kawasan-kawasan konservasi, antara lain taman-taman nasional serta mengarah ke Indonesia Bagian Timur, Papua.
Karena itu diingatkan, tanpa pemerintahan yang punya legitimasi dan kuat, proses harakiri terhadap sumberdaya hutan Indonesia akan terus berlangsung. Politik nasional, katanya, seharusnya berpihak pada konservasi dan rehabilitasi sumberdaya hutan, seperti telah dicanangkan oleh Departemen Kehutanan tahun 2002-2020.

No comments:

didukung oleh :

didukung oleh :
MAU PASANG IKLAN HUB ALAMAT KAMI: JL.Raya Keling-kelet RT 12/01 Karanganyar - Jlegong,Jepara 59454 Tel(0291)579228,e-mail, radioviafm@yahoo.com

OBAT GANTENG MUJARAB