DAUN ULAR...... obat DBD paling ampuh.Oleh omri - 26 Februari 2009 - Dibaca 131 Kali - Ini jelas iklan.. dan kalau sampai masuk ke blog ini, berarti sang redaktur mengizinkan. Masalahnya yang satu ini ndak ada dijual, tapi cukup gampang didapat, nyari sendiri dan murah. Jadi iklannya ndak mempromosikan produk obat dan ndak butuh POM untuk melegalisir.Obat DBD, demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR. Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari. Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, bir pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong.Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekali disana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja " comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadali... Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe.Selamat mencoba dan tolong diterusin ke tetangga dong. Ini murah meriah dan HEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur dikampung oweh atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak..
Friday, March 20, 2009
Saturday, January 31, 2009
Oleh : Hendriyo Widi (Wartawan Kompas) Kurang lebih 2 minggu saya di Jepara, saya menemukan banyak hal unik disini. Saya tidak hanya tau tentang Jepara yang hanya sekilas saja (tempat-tempat pariwisata) tetapi saya hanya bisa langsung bergabung dengan masyarakat untuk mengetahui etos kerja masyarakat Jepara.Saya berharap TIC bisa mengangkat wisata humaniora (belajar dari kehidupan). Seperti di Songgolangit mereka membajak sawah dengan orang.Dari situlah bisa dilihat perjuangan para pekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jepara Tourism Information Centre (JTIC) menerima 2 pengunjung dari murid SD Negeri 1 Jepara, Hanifah dan Aini. Mereka mencari informasi pariwisata Jepara khususnya tentang profil "Sreni Indah" (Hutan Wisata, 35 KM dari timur Jepara), profil itu untuk tugas sekolah mereka. Mereka mengatakan bahwa mereka suka Jepara karena indah dan kota yang bersih, mereka juga suka obyek pariwisata Jepara terutama "Kepulauan Karimunujawa". Tapi sayangnya, di Jepara tidak ada kebun binatang dan pusat perbelanjaan yang besar seperti kota yang lain.
oleh : Khaeron syariefudin (Kepala Dinas Pariwisata Jepara) Menurut saya situs gojepara.com teIah memberikan warna baru di bidang pariwisata Jepara karena ada pembaharuan dan dorongan kepada masyarakat di sekitar tempat wisata. Saya berharap, selain TIC dapat mengembangkan tentang pantai Jepara, kita lebih baik tahu tentang sejarah Jepara secara lengkap.Terima kasih banyak kepada pusat informasi pariwisata Jepara (TIC) karena telah melakukan ketekunan dan pengorbanannya dengan tulus.
Tuesday, November 18, 2008
Monday, August 11, 2008
11/08/2008 13:27 wib - Daerah Aktual
PLN Awasi Industri dan Pusat Perbelanjaan
Pekalongan, CyberNews. Industri dan pusat perbelanjaan di Kota Pekalongan saat ini tengah dalam pengawasan PT PLN APJ setempat soal penghematan listrik menyikapi surat keputusan bersama lima menteri.
Ungkapan demikian seperti disampaikan humas PT PLN APJ Pekalongan Azairin Asral, Senin (11/8). Menurutnya, pengusaha baik pelaku industri dan pusat perbelanjaan, diantaranya adalah mal telah melakukan kesepakatan bersama. Sesuai dengan SKB tentang pengalihan waktu kerja untuk penghematan listrik, di wilayah kerja Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang hanya membentuk kesepakatan saja.
Sedangkan untuk pusat perbelanjaan walaupun muncul intruksi penggunaan genset selama dua hari, tapi APJ Pekalongan cuma melakukan penyesuaian saja. "Untuk pusat perbelanjaan karena sudah ada pertemua bersama, maka tinggal melakukan penyesuaian," katanya.Kendati demikian ada kepedulian dari pengusaha untuk menggunakan genset malam hari dan pengurangan penggunaan AC serta lainnya yang menyedot listrik. Karena itu, pelaksanaan SKB di Kota Pekalongan tetap dilakukan awal Agustus, meskipun baru akan dimulai pemerintah pertengahan bulan ini lantaran terjadi pengunduran selama dua pekan.Hanya saja, sejak dimulainya kesepakatan,PLN mengawasi secara ketat penggunaan listrik dunia kerja tersebut melalui alat yang sudah ada. "Sekarang ini kami terus melakukan monitoring selama dua pekan, sampai pertengahan Agustus ini. Nanti hasilnya dilakukan evaluasi terhadap penghematan listrik pada kalangan dunia usaha itu," tandas dia.Disebutkan, jika hasilnya baik, maka pelaksanaannya tinggal diteruskan. Apabila masih minim penghematannya, kurang dari 10-15 persen, akan digelar evaluasi dan penegasan terhadap pengusaha. "Kalau sekarang ini, kesadaran dari pengusaha sudah mulai tampak, walaupun awalnya pengurangan belum sampai 10-15 persen. Diharapkan, berlangsung secara konsekwen," terang Azairin.
Lebih lanjut dijelaskan, dengan pengematan 10-15 persen pada hari over kapasitas, Senin-Jumat, dan penggunaan penuh hari Sabtu-Minggu, pemadaman dapat dihindari. Sampai saat ini pemotongan listrik secara bergilir masih dilakukan. "Pemadaman listrik masih kami lakukan karena pengurangan belum normal. Namun karena kondisinya sudah lebih baik, volumenya sangat minim sekali," ungkap humas PT PLN APJ Pekalongan.
didukung oleh :


